Gangguan Covid 19 terhadap Sikolog Manusia

Covid 19 merupakan sejenis virus yang menyerang sistem pernafasan manusia. Yang di tularkan melalui percikan batuk, bersin, jabat tangan dan sebagainya. Gejala yang di timbulkan oleh virus corona seperti gangguan sistem pernafasan, Infeksi paru-paru berat bahkan hingga kematian.

Maraknya pemberitaan tentang covid 19 membuat sikolog manusia menjadi terganggu. masyarakat panik hingga merubah perilaku mereka. Perasaan ini biasanya timbul ketika masyarakat merasa tidak aman dan mereka harus melindungi diri sendiri dari ancaman yang ada.

Faktor yang dapat menyebabkan kecemasan masyarakat :

Media merupakan sarana informasi dan gudangnya informasi, berbagai informasi yang di bagikan media akan di terima dengan cepat oleh seluruh masyarakat termasuk saat media serentak menginformasikan tentang covid 19 serta memberikan informasi betapa berbahyanya virus covid tersebut. Media merupakan salah satu alasan terganggunya sikolog masyarakat dengan mengenyam berita covid 19 secara terus menurus, hari demi demi hari  membuat masyarakat semakin resah dan merasa tidak aman sehingga mereka melakukan keputusan untuk menyetok semua makanan dan memburu APD sebagai pelindung mereka. pemburan yang tidak wajar dan melakukan stok yang berlebih merupakan sebuah pertanda terganggunya psikolog.

Hidup di zona tingkat pemaparan virus yang sangat tinggi bukan hal mudah untuk hidup di permukiman yang tingkat pemaparan virusnya sangat tinggi atau bisa di sebut sebagai red zone (zona merah) perlu mental yang kuat untuk bisa bertahan karena bukan hanya melawan virus covid 19 biasanya orang-orang yang hidup di red zone (zona merah) harus bisa melawan perasaan was-was, perasaan takut, perasaan cemas yang timbul dalam diri mereka sendiri. Jika hal tersebut tidak bisa di atasi maka akan menimbulkan stress, phobia dan gangungan psikolog akibat dari kepanikan yang di timbulkan dari dalam diri sendiri.

Kegiatan di luar merupakan salah satu faktor pemicu terganggunya psikolog. Tidak semua orang bisa melakukan kegiatan di rumah, terkadang ada sebagian orang yang benar-benar harus melakukan kegiatannya di luar rumah. Bukannya mengabaikan kesehatan tetapi  faktor kondisi yang mendorong mereka harus melakukan kegiatan di luar rumah. Melakukan kegiatan tersebut tentu sangat besar resikonya.  Mengingat gejala covid 19 hampir mirip dengan penyakit biasa yang sering kita jumpai  seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, sesak nafas dan sebagainya. Ketika mereka mengalami deman juga batuk, mereka akan mudah panik dan phobia karena mereka sadar bahwa kegiatan mereka selalu di luar dan mudah sekali terkena resiko virus corona. Padahal bisa jadi demam tersebut terjadi karena infeksi radang tenggorokan bukan akibat dari infeksi virus corona.

Global kecemasan ini merupakan hal yang wajar jika kita mengeksfresikannya tidak dengan cara yang berlebihan  sehingga tidak timbul dampak lain. Dampak lain di sini merupakan efek dari rasa cemas yang berlebihan akan menimbulkan sebuah penyakit yang di timbul dari pemikiran sendiri. Ada beberapa cara untuk mengatasi rasa takut yang berlebih salah satunya dengan tetap tenang tetapi tetap mematuhi aturan yang telah di berikan untuk melindungi diri dari covid 19. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gangguan Covid 19 terhadap Sikolog Manusia"

Posting Komentar